Postingan Populer

Minggu, 29 November 2015

BERKARAT DAN BINASA


Matahari yang telah membuka mata.
Kini ku jilati setitik demi setitik.
Ku peluk dinding dinding peluh yang mencoba merobohkan ku.
Aku masih tetap tegap berdiri,masih merangkak sepi..
Ku masih menggenggam kepastian di atas semua cacian yang mencoba memperkosa ku di kala senja beradu.
Sejenak termangu diantara langkah yang semakin goyah.
Di malam pekat akan ketidakpastian hukum yang ku harapkan itu adil..
Setan tertawa di pusaran jiwa ku membabi buta.
Kegelapan yang semakin lama semakin nyata ku rasakan.
Merayu mesra ku untuk bercumbu dengannya.
Aku tak ingin tertidur lagi di antara noda noda berbisa yang semakin menikam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar